preload

Kegembiraan anak-anak yang mengikuti lomba melukis menambah suasana hari ini, (20/03/2011) di ajang School contest V. Mereka yang mengikuti ajang ini berusia kurang dari 5 tahun dan sebagian dari mereka masih duduk di playgroup. Semuanya memengikuti dengan penuh antusias dan bersemangat. Tentu saja dalam mengikuti lomba, mereka didampingi oleh orang tua. Kemudian diarahkan dan diberi soslusi bagaimana baiknya memberi warna yang sesuai. Adapun alat-alat yang dibutuhkan antara lain kertas gambar yang sudah disiapkan oleh panitia, pensil warna atau crayon dan meja untuk menggambar. Alat-alat tersebut selain kertas dibawa sendiri dari rumah. Waktu yang diberikan kepada para peserta selama 60 menit, namun ada juga anak yang tergesa-gesa mewarnai gambarannya walaupun waktu yang bergulir masih 30 menit lagi. Seorang MC yang begitu ramah memberi informasi dan pengarahan yang baik kepada mereka.
Setelah lomba mewarnai selesai, berlanjut ke kegiatan yang selanjutnya. Pembawa acara mengajak merka bermain-main seperti mengeja dengan bahasa Inggris, mencari nama-nama hewan dengan gambar, bernyanyi, menari dan banyak lagi yang lain. Begitu juga dengan Intan, anak dari wati ini berjingkrak-jingkrak bermain-main dengan teman sebayanya. Intan mengikuti acara School Contest karena didaftarkan oleh orangtuanya. “Saya hanya mencoba-coba mendaftarkan anak saya ke sini begitu melihat koran Radar Kediri,” papar orang tua Intan.

Read More...



Kediri (19/03) - Hari ketiga final party berjalan meriah. Final Putri Lingkungan 2011 yang diadakan di gedung IKCC sejak pukul 12.00 mendapat antusias yang tinggi dari berbagai pihak. Sebelum acara dimulai, para pengunjung dan peserta sudah berkumpul di sekeliling panggung untuk menyaksikan final Putri Lingkungan 2011. Ajang yang mirip kontes kecantikan ini akhirnya dimenangkan oleh Rosyida Oktavia dari SMAN 1 Kediri, setelah sebelumnya ia berhasil mengalahkan 18 finalis terpilih. Final Putri Lingkungan dibagi menjadi 3 babak. Babak pertama, kedua, dan ketiga. Ajang ini dipandu oleh Abel dan Edwin. Para juri-jurinya adalah Ibu Nurdinah, Bapak Agus Ridwan, Kak Lingga, dan Kak Jessica.
Pada babak pertama 18 finalis tampil ke depan dengan menggunakan pakaian-pakaian daur ulang yang mereka rancang sendiri dan mempresetasikannya di depan para juri serta penonton. Berbagai macam material daur ulang dimanfaatkan para finalis untuk menciptakan pakaian-pakaian unik nan cantik dan tak kalah bagus dengan pakaian yang terbuat dari serat kapas seperti biasanya. Ada yang menggunakan kresek, karung beras, dan lain sebagainya. Para finalis kreatif memanfaatkan bahan-bahan yang ada dan warna-warna yang terbatas. Kontestan dari SMKN 2 Kediri misalnya, memanfaatkan kresek berwarna hitam putih untuk menciptakan gaun yang indah. Ia pandai memanfaatkan warna hitam putih tersebut menjadi rok bermotif larik-larik seperti zebra. “Because it takes long time to recycle plastic so I’m using it,” jelasnya saat presentasi di depan juri. Beberapa peserta mencoba menunjukkan kelihaiannya berbahasa Inggris saat presentasi di depan juri. Meskipun masih ada sedikit grammatical errors namun hal tersebut tertutupi dengan pronouncation yang menakjubkan. Berbeda lagi dengan perwakilan dari MAN 3 Kediri. Ia memanfaatkan karung beras sebagai mini-dress untuk melapisi kaus putih dan celana putihnya. “Selama ini karung beras banyak dibuang-buang dan dianggap tidak penting. Saya ingin menunjukkan bahwa benda ini bernilai seni tinggi,” paparnya di depan juri.
Seusai 18 finalis presentasi, dipilihlah 10 finalis untuk melaju ke babak selanjutnya. 10 finalis tersebut akan disaring lagi menjadi 5 besar. Pada babak kedua ini mereka dites untuk menunjukkan bakat-bakat yang mereka miliki. Ada yang menari, menyanyi, berpuisi, juga modeling. Tepuk tangan dan sorak sorai dari pengunjung meramaikan suasana IKCC saat itu. Finalis yang unjuk gigi dengan bernyanyi dan bermain gitar, Dwi Agustin dengan enjoy menyanyikan single dari d’Cinnamons yang diikuti lambaian tangan para penonton. 10 finalis yang telah unjuk gigi disaring lagi menjadi 5 besar. Pada babak 5 besar inilah diumumkan para pemenang kategori Putri Lingkungan. Rosyida Oktaviani mengaku senang meraih penghargaan tertinggi di ajang ini. “Saya banyak belajar dari ajang ini dan saya berharap dapat benar-benar menjadi duta lingkungan yang dapat menarik masyarakat menjaga lingkungannya,” ungkap Rosyida yang ditemui seusai menerima penghargaan dari panitia School Contest V.

Read More...

Adek-adek TK peserta lomba menggambar konsentrasi mewarnai
Penampilan 'fullday' dari SMAN 1 Kediri tampak energik
Gaya baru bermain keyboard = miring
Penampilan cheers dari SMKN 2 Kediri sebagai pembuka final party
Piala untuk para pemenang
Para pemenang kontes melukis SC V
Finalis Putri Lingkungan 2011
Para pemenang Putri Lingkungan 2011
Pemenang Acoustic Band Contest
Salah satu kru mading dari MTs Sunan Ampel dan topeng mukanya
MTsN Puncu meraih penghargaan The Best School
SMAN 1 Kediri meraih penghargaan The Best School untuk yang ketiga kalinya
Tim blog SMA Pomosda
Proses pengangkutan mading seusai final party
Panitia membereskan kabel setelah final party berakhir

Read More...

Persiapan final party

Melestarikan asesoris khas Indonesia
Pakaian unik sang finalis Putri Lingkungan
Para finalis Putri Lingkungan 2011 dengan colorful batiknya
Jessica, Putri Lingkungan 2008 turut menjadi juri dlm kontes Putri Lingkungan 2011
Hasil-hasil karya kontest melukis SMA
Tong-tong sampah colorful berjejer rapi

Read More...

Deretan pemain akustik di hari kedua
Perwakilan tim mading SMA Pomosda diinterview saat talkshow
Gemerlap malam ala mading
Mading The Best Content dari SMP Pomosda "Musuh dalam Selimut"
Mading Al-Huda pasca terbakar
Penjurian mading "Ontelque Terlindas Zaman"
Peri-peri colorful dari Smaker
Wah.. pocong juga ikut SC, nih. Hehe

Read More...