preload
Tampilkan postingan dengan label Artikel Pondok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Pondok. Tampilkan semua postingan

Mulai hari ini (Senin, 13/03/2011) para pelajar kelas XII di Kab. Nganjuk melaksanakan Ujian Sekolah.  Kebanyakan SMA-SMA yang  ada di Nganjuk meliburkan kegiatan belajar-mengajar siswa kelas X dan XI. Namun tidak untuk SMA Pomosda. Liburan selama seminggu penuh ini diisi dengan kegiatan-kegiatan yang biasa disebut Efektif  Fakultatif (EF). Kegiatan EF selalu dihandle oleh para pengurus KSP (Keluarga Santri Pondok) Pomosda atau jika di sekolah-sekolah lain dikenal dengan sebutan OSIS. Kegiatan EF ditujukan untuk mengisi liburan para santri agar lebih bermanfaat. Biasanya nih kalau libur cukup panjang, para santri pada pulang kampung. Tapi atasan pondok tidak kehabisan akal. Untuk mengatasi hal tersebut diselenggarakanlah acara EF yang sudah rutin diadakan di Pomosda setiap libur sekolah. Kecuali untuk libur yang memang panjang banget kayak Ramadhan atau kenaikan kelas. Para santri bakal demo besar-besaran kalau gak bisa pulkam alias pulang kampung, hehehe.
Kegiatan Efektif Fakultatif diawali dengan pemotongan pita oleh Ustadz Abdurrahman, Waka kesiswaan SMA Pomosda yang disaksikan oleh santri-santri  SMA Pomosda tadi malam (Minggu, 12/03) pukul 21.00. Kegiatan EF kali ini bertajuk  “My Talent My Expression”. Ohya, EF kali ini juga bertujuan sebagai refreshing bagi para santri sebelum melaksanakan Ujian Tengah Semester yang akan diadakan pada tanggal 28 Maret 2011. Setelah pembukaan dan sambutan usai, kegiatan selanjutnya adalah Crazy Show, yakni suatu permainan di mana para pesertanya akan diminta untuk bergaya layaknya model. Mirip-mirip kayak peragaan busana gitu lah. Jadi, sebelumnya dipilih 2 siswa dari setiap kelas yang kemudian akan dibagi tugas  1 siswa sebagai model dan yang lainnya sebagai penata rias. Sebelum para model berlenggak-lenggok di depan juri,  ia dimakeup terlebih dahulu. Baru deh setelah itu mereka melenggak-lenggok di depan juri layaknya model. Para santri yang melihatnya sontak tertawa terpingkal-pingkal melihat gaya para model yang tampak kaku dan salah tingkah di atas catwalk. Kemudian,  acara berakhir sekitar pukul 23.00.
Esoknya (hari ini) kegiatan EF masih berlanjut, yaitu acara CCS (Cerdas Cernat Sosial). Namun ada sedikit problem yang menyebabkan kegiatan tidak sesuai dengan jadwal yang telah diterbitkan sebelumnya. Sampai sore ini kegiatan EF masih belum berjalan lancar sesuai jadwal yang tersusun. Bahkan pada acara Crazy Show tadi malam ada satu kelas yang belum sempat tampil karena tidak dipanggil oleh panitia. Sepertinya kurangnya persiapan menyebabkan kealpaan para panitia. Menurut Tim Jurnalis, sebenarnya kegiatan EF kali ini cukup seru jika melihat daftar acara-acaranya. Namun, kendalanya adalah banyaknya santri yang melakukan persiapan untuk kompetisi yang mereka ikuti. Salah satunya adalah School Contest V. Para santri yang menjadi kru mading, akustik, dan tim blog otomatis harus bersiap-siap dan absen dari beberapa kegiatan EF. Lalu masih ada tim KIR dan tim debat yang harus berlatih setiap hari. Ada juga beberapa panitia yang termasuk siswa yang harus mempersiapkan diri sebelum kompetisi. Yah, kalau dipikir-pikir kegiatan EF kali ini tidak begitu seru dan mendapat apresiasi memuaskan dari santri. Eh, tapi kegiatan EF kan masih berjalan satu hari. Masih ada 6 hari lagi, kok sudah menilai duluan sih? Hehehe. Kita lihat saja seminggu ke depan. Kira-kira kegiatan EF bakal asyik gak, ya?

Read More...

Suara alunan lagu “One Last Breath” dari Creed terdengar keras dari ruang Studio musik SMA Pomosda. Begitu tim Laskar Jurnalis memasuki studio, The Governor, salah satu perwakilan SMA Pomosda di ajang School Band Contest menyambut dengan ramah dan tanpa sungkan memepersilahkan Tim untuk menyaksikan latihannya. Namun, dalam latihan tersebut sang vokalis dan keyboardist tak dapat hadir karena ada kegiatan lain yang tak dapat ditinggalkan. Sehingga, untuk vokal diambil alih oleh Zidni (gitaris) dan Okky sebagai keyboardist cadangan.
Bermula dari keinginan mereka untuk mengikuti Group Band SMA POMOSDA, dipilih melalui selaksi awal yang dilakukan akhir tahun kemarin. Para personil The Governor yaitu Faris (Vokalis), Zidni (Gitaris), Toriq (Gitaris), Sulton (Bassist), Faisal (Drummer) dan Barito (Keyboardist). “Memang ini adalah keinginan kami untuk menyumbangkan bakat yang kami punya,” tutur Sulton, bassist The Governor ketika ditanyai soal alasan mereka mengikuti Band Pomosda. Mereka adalah siswa-siswa kelas 10 dengan karakter latar belakang yang berbeda-beda. Mereka juga berasal dari kota yang berbeda, ada yang berasal dari Nganjuk, Jogja dan kota-kota lain. Sehingga mereka harus bisa menyesuaikan diri dan menyelaraskan posisi yang mereka duduki di Band tersebut. Namun sayang, bulan Februari kemarin Mereka mengganti salah seorang personil, yaitu Faris (vokalis) dan diganti oleh Roni sebagai vokalis yang Baru. “Kami mengeluarkan Faris dari grup ini karena tidak bisa konsisten dan profesional menjalankan posisinya," kata Faisal menambahi.
Banyak orang bertanya-tanya, mengapa Group band ini menamainya The Governor. Nama The Governor diambil dari kata Al-Wali dalam Asmaul Husna (Nama-nama Allah) yang artinya adalah Sang Penguasa. Dalam arti lain, Penguasa yang dimaksudkan mereka adalah dapat menguasai panggung. Group band Governor berharap agar para penononton dapat terhipnotis oleh penampilan yang mereka bawakan, sehingga mendapat apresiasi yang tinggi dari para penonton. Terinspirasi oleh Avenged Sevenfold, band asal Amerika yang membuat mereka terperangah akan keahlian dan kelihaian mereka memainkan musik. Kebanyakan dari personil the Governor menyukai musik aliran rock karena terkesan lebih semangat.
Lagu andalan milik mereka dalah Cari Tempat Sembunyi dari Ungu Band. Karena selain beraliran melayu rock, juga memenuhi unsur Islami mengingat bahwa personil-personil ini adalah para santri Pomosda. Harapan band The Governoor kedepan adalah dapat membawa nama baik Pomosda, dan tetap dapat berkarya sampai kelas 12 nanti. “Ya belum tahu, gimana besok kedepannya setelah lulus. Biarin semua mengalir apa adanya,” jawab Zidni dengan tegas.

The Governor saat seleksi School Band Contest


The Governor saat latihan di studio

Read More...