Puncak persiapan perang mading terjadi sore ini (16/03) hingga menjelang maghrib. Puluhan mading dari berbagai sekolah mulai berdatangan. Suasana di dalam IKCC pun semakin ramai. Suara keramaian para peserta hampir menyaingi suara sound system yang mengalunkan lagu-lagu lokal maupun barat. Panitia School Contest V tampak semakin giat merapikan panggung. Selain para pelajar dan panitia, para pengisi pameran pendidikan mulai mempersiapkan stan-stan mereka. Ada stan Stain Kediri, Universitas Muhammadiyah Malang, Univ. Widya Mandala, dan juga sponsor School Contest V, ILP dan Primagama.
Hingga pukul 19.00 persiapan mading masih terus dilakukan oleh para peserta. Kebanyakan mading-mading tersebut adalah mading 3D. Sedangkan persiapan mading 2D sepertinya tidak membutuhkan waktu banyak. Sebab stan-stan mading 2D nampak sepi dari aktivitas dan sudah ditinggal oleh para krunya. Secara keseluruhan persiapan perang mading hampir mencapai 70%. Meskipun terlihat lancar, keluhan juga muncul dari para peserta. Lia, kru mading dari SMAN 1 Kertosono ini mengaku bahwa kendala yang mereka hadapi adalah soal biaya. ”Jadi semua biaya yang kita gunakan untuk perang mading ini dari kita sendiri,” tuturnya. Selain itu, kru mading yang hanya terdiri dari cewek juga menjadi kendala bagi tim Lia. ”Karena tim ini cewek semua, kami jadi sedikit kesusahan untuk memasang perangkat elektronik. Kalau ngangkat-ngangkatnya sih gak begitu masalah,” jelasnya lagi. Di sisi lain, masih nampak beberapa stan mading yang masih kosong dan belum ada tanda-tanda akan datangnya kru mading.(nfi)
| Giat membenahi mading hingga meringkuk di bawah meja |
| Suasana area barat gedung IKCC |
0 komentar:
Posting Komentar