preload
Hasil seleksi School Band Contest dan News Presenter Contest yang diterbitkan hari ini (8/03) di Radar Kediri mengundang decak kecewa dari para siswa-siswi SMA Pomosda. Pasalnya, tak ada satupun perwakilan dari sekolah mereka yang lolos. Padahal para siswa-siswi menaruh harapan besar kepada dua ajang tersebut. Untuk ajang News Presenter saja Pomosda mengirimkan 7 siswa dan untuk School Band Contest Pomosda mengirimkan dua jagoannya, The Governor dan Babyvoice. Masing-masing adalah band andalan dari angkatan kelas 11 dan kelas 10. Meskipun mengagetkan sekaligus mengecewakan, rupanya Faisal, drummer The Governor telah menduga sebelumnya. Saat tim jurnalis bertanya seputar perasaannya, Faisal menjawab, "Biasa ae, ancen seng melu band'e apik-apik". Si lead-guitar, Zidni juga mengungkapkan pendapat 11-12 dengan Faisal. Namun, ia masih menyebut kalimat optimis untuk ajang School Band Contest tahun depan. "Wes gak popo, esuk mben menang," ujarnya saat ditemui pada jam istirahat.

Nada kecewa banyak muncul dari para siswa-siswi. Terlebih lagi para siswa kelas X banyak menaruh harapan kepada The Governor. Meskipun belum genap satu tahun terbentuk, band tersebut sudah menunjukkan skill yang luar biasa dengan banyak menggarap lagu-lagu barat dan lagu Indonesia yang cukup berbobot komposisi musiknya. "Sayang banget governor gak lolos," komen Azin, siswi kelas X. Siswa-siswi lain juga berpendapat sama. Bagaimanapun juga di setiap kompetisi pasti ada menang dan kalah. Sama halnya dengan hasil School Band Contest, hasil News Presenter Contest juga menuai kecewa.

Kini Pomosda hanya dapat menaruh harapan di ajang Perang Mading, Accoustic Band, dan Blog Journalist. Harapan optimis banyak muncul untuk ajang Perang Mading. Sebab sepanjang School Contest, mading Pomosda selalu seleksi. "Saya yakin tahun ini pasti masuk. Madingnya lebih bagus kok dari tahun kemarin," ungkap Shella, kru mading School Contest IV yang tahun lalu mading 3Dnya lolos. Apapun hasilnya nanti, pastilah itu yang terbaik.